Minggu, 03 Mei 2026

Ulangan Materi Teks Diskusi

 Sumatif Lingkup Materi

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas/Semester

: 10/2 (Genap)

Waktu

: 90 menit

Hari, Tanggal

: Senin, 04 Mei 2026

PETUNJUK PENGERJAAN

  1. Isikan identitas Anda dalam lembar jawaban dengan teliti dan benar
  2. Tersedia waktu 90 menit untuk mengerjakan paket soal ini
  3. Periksalah naskah soal yang Anda terima
  4. Baca dan pahamilah dengan baik pernyataan atau soal sebelum Anda menjawab
  5. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas ujian

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Sebuah artikel opini di sebuah koran lokal membahas tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Penulis artikel ini menyajikan data statistik mengenai peningkatan limbah plastik di laut dan dampaknya terhadap ekosistem. Selain itu, penulis juga menyertakan kutipan dari pakar lingkungan yang mendukung argumennya. Pada bagian akhir, penulis mengajak pembaca untuk mulai membawa tas belanja sendiri dan menggunakan botol minum isi ulang. Berdasarkan kasus tersebut, tujuan komunikatif utama dari teks persuasif ini adalah...

A. Menginformasikan dampak limbah plastik.

B. Menghibur pembaca dengan cerita lingkungan.

C. Membujuk pembaca agar mengubah perilaku konsumsi plastik.

D. Menganalisis kebijakan pemerintah terkait sampah.

E. Melaporkan hasil penelitian tentang polusi laut.

2. Dalam sebuah pidato kampanye, seorang calon kepala daerah menyatakan, 'Saudara-saudari sekalian, mari kita bangun kota ini bersama! Dengan program pendidikan gratis dan layanan kesehatan yang terjangkau, kita akan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita. Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja.' Struktur teks persuasif yang paling menonjol dalam kutipan pidato tersebut adalah...

A. Pengenalan isu.

B. Argumen pendukung.

C. Pernyataan ajakan.

D. Penegasan kembali.

E. Fakta dan data.

3. Perhatikan kutipan teks berikut: 'Melihat kondisi hutan kita yang semakin memprihatinkan akibat deforestasi, sudah saatnya kita semua bertindak. Pohon-pohon adalah paru-paru dunia; tanpa mereka, kualitas udara akan menurun drastis dan bencana alam akan sering terjadi. Oleh karena itu, mari kita galakkan program reboisasi dan hentikan penebangan liar demi masa depan bumi yang lebih hijau.' Kaidah kebahasaan yang paling dominan digunakan untuk meyakinkan pembaca dalam kutipan tersebut adalah...

A. Penggunaan konjungsi kausalitas.

B. Penggunaan kata kerja imperatif.

C. Penggunaan istilah teknis.

D. Penggunaan kata emotif.

E. Penggunaan kata ganti orang pertama.

4. Sebuah iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok menampilkan visual paru-paru yang rusak dan tulisan 'Rokok membunuhmu perlahan'. Iklan tersebut juga menyertakan nomor telepon bantuan untuk berhenti merokok. Tujuan komunikatif dari iklan layanan masyarakat tersebut adalah...

A. Memberikan informasi medis tentang paru-paru.

B. Menghibur masyarakat dengan visual menarik.

C. Meyakinkan perokok untuk berhenti merokok.

D. Mempromosikan produk kesehatan tertentu.

E. Mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan.

5. Seorang siswa menulis esai persuasif tentang pentingnya membaca buku di era digital. Ia memulai dengan data menurunnya minat baca di kalangan remaja, kemudian menyajikan argumen tentang manfaat membaca bagi perkembangan kognitif dan emosional, serta diakhiri dengan ajakan untuk meluangkan waktu membaca setiap hari. Bagian 'data menurunnya minat baca di kalangan remaja' dalam esai tersebut termasuk dalam struktur...

A. Pernyataan ajakan.

B. Pengenalan isu.

C. Argumen pendukung.

D. Penegasan kembali.

E. Kesimpulan.

6. Perhatikan gambar poster berikut ini. Poster ini sering dijumpai di area publik. Poster tersebut menunjukkan seorang anak kecil membuang sampah pada tempatnya, dengan tulisan besar 'BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA! Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama.' Di bagian bawah terdapat logo pemerintah daerah. Kaidah kebahasaan yang paling menonjol dalam poster ini untuk meyakinkan pembaca adalah...

Ilustrasi

A.    Penggunaan konjungsi temporal.

B.    Penggunaan kata kerja imperatif.

C.    Penggunaan kata sifat deskriptif.

D.    Penggunaan kalimat tanya retoris.

E.    Penggunaan majas personifikasi.

7. Sebuah kampanye digital mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan penanaman pohon di lahan kritis. Kampanye ini menampilkan video pendek tentang dampak positif penanaman pohon terhadap lingkungan dan ekonomi lokal. Mereka juga menyertakan testimoni dari petani yang merasakan manfaatnya. Pada akhir video, ada tautan untuk berdonasi. Tujuan komunikatif kampanye tersebut adalah...

A. Menyediakan hiburan visual.

B. Mengedukasi tentang jenis-jenis pohon.

C. Meyakinkan masyarakat untuk berdonasi dan berpartisipasi.

D. Melaporkan kondisi lahan kritis.

E. Menganalisis kebijakan lingkungan.

8. Dalam sebuah artikel tentang pentingnya sarapan, penulis menyajikan data bahwa siswa yang sarapan cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik. Penulis juga mengutip pendapat ahli gizi tentang nutrisi penting yang didapat dari sarapan. Struktur yang digunakan penulis untuk memaparkan data dan kutipan ahli gizi ini adalah...

A. Pengenalan isu.

B. Pernyataan ajakan.

C. Argumen pendukung.

D. Penegasan kembali.

E. Kesimpulan.

9. Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk membuat poster tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Salah satu siswa menuliskan kalimat 'Jagalah kebersihan demi kenyamanan kita bersama!' pada posternya. Kaidah kebahasaan yang digunakan siswa tersebut untuk meyakinkan pembaca adalah...

A. Penggunaan kata seru.

B. Penggunaan kata penghubung.

C. Penggunaan kata kerja imperatif.

D. Penggunaan kata ganti orang ketiga.

E. Penggunaan kalimat pasif.

10. Sebuah pamflet kesehatan menganjurkan untuk melakukan vaksinasi flu setiap tahun. Pamflet tersebut menjelaskan bahwa vaksinasi dapat mengurangi risiko komplikasi serius dan penyebaran virus. Pamflet ini juga menyertakan testimoni dari orang-orang yang merasa terbantu setelah divaksin. Berdasarkan informasi tersebut, tujuan komunikatif dari pamflet kesehatan tersebut adalah...

A. Melaporkan angka kasus flu.

B. Menjelaskan mekanisme virus flu.

C. Membujuk masyarakat untuk melakukan vaksinasi flu.

D. Menganalisis efektivitas vaksin.

E. Menyajikan sejarah vaksinasi flu.

 

Rabu, 29 April 2026

Ulangan Harian Materi Puisi

 

Sumatif Lingkup Materi Puisi

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas/Semester

: 10/2 (Genap)

Waktu

: 90 menit

Hari, Tanggal

: Kamis, 30 April 2026

PETUNJUK PENGERJAAN

  1. Isikan identitas Anda dalam lembar jawaban dengan teliti dan benar
  2. Tersedia waktu 90 menit untuk mengerjakan paket soal ini
  3. Periksalah naskah soal yang Anda terima
  4. Baca dan pahamilah dengan baik pernyataan atau soal sebelum Anda menjawab
  5. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas ujian

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Apa yang dimaksud dengan 'diksi' dalam puisi?

A. Pilihan kata yang digunakan penyair untuk menyampaikan makna.

B. Susunan rima pada akhir setiap baris puisi.

C. Gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah puisi.

D. Jumlah larik dalam setiap bait puisi.

E. Pengulangan bunyi dalam puisi.

2. Unsur intrinsik puisi yang berkaitan dengan perasaan atau suasana hati penyair adalah...

A. Tema

B. Nada

C. Amanat

D. Majas

E. Rima

3. Bacalah kutipan puisi berikut: 'Senja merona, memudar di ufuk barat. Burung-burung pulang, tinggalkan jejak sunyi.' Apa makna dari 'senja merona' dalam kutipan tersebut?

A. Senja yang berwarna-warni.

B. Senja yang mulai gelap.

C. Senja yang cerah dan bersinar.

D. Senja yang menakutkan.

E. Senja yang penuh dengan aktivitas.

4. Apa fungsi rima dalam puisi?

A. Memberikan keindahan bunyi dan ritme.

B. Menyampaikan pesan moral kepada pembaca.

C. Menggambarkan karakter tokoh dalam puisi.

D. Membuat puisi menjadi lebih panjang.

E. Memudahkan pembaca untuk menghafal puisi.

5. Perhatikan gambar berikut. Gambar ini menunjukkan seorang remaja yang sedang menulis di buku catatan dengan latar belakang urban yang modern. Ia tampak serius dan fokus pada tulisannya. Di sekitarnya terdapat beberapa coretan abstrak dan simbol-simbol digital yang mencerminkan dunia Gen Z. Cahaya matahari senja menyinari dari samping, menciptakan suasana yang melankolis namun inspiratif. Bagaimana perasaan yang mungkin timbul saat melihat gambar tersebut, jika dihubungkan dengan tema puisi Gen Z?

Ilustrasi

A.    Kegembiraan dan keceriaan.

B.    Keresahan dan pencarian jati diri.

C.    Ketidakpedulian terhadap lingkungan.

D.    Kemewahan dan gaya hidup glamor.

E.    Keterikatan pada tradisi lama.

6. Mengapa puisi seringkali menggunakan majas atau gaya bahasa?

A. Untuk memperjelas makna secara harfiah.

B. Untuk membuat puisi lebih mudah dipahami semua kalangan.

C. Untuk menambah keindahan, daya tarik, dan kedalaman makna.

D. Agar puisi terlihat lebih panjang dan berbobot.

E. Sebagai cara untuk menyembunyikan pesan utama.

7. Perhatikan kutipan puisi berikut: 'Dunia maya, jendela tanpa batas. Jemari menari, di atas layar kaca. Mencari makna, di antara algoritma.' Apa tema utama yang tersirat dari kutipan puisi Gen Z tersebut?

A. Keindahan alam.

B. Perjuangan hidup di pedesaan.

C. Interaksi manusia dengan teknologi dan dunia digital.

D. Romansa percintaan anak muda.

E. Kritik sosial terhadap pemerintah.

8. Bagaimana karakteristik puisi yang ditulis oleh Gen Z seringkali berbeda dari puisi angkatan sebelumnya?

A. Lebih kaku dalam penggunaan bahasa dan struktur.

B. Cenderung menghindari tema-tema personal dan emosional.

C. Seringkali memanfaatkan bahasa sehari-hari, referensi pop culture, dan isu-isu digital.

D. Lebih banyak menggunakan rima teratur dan terikat pada aturan baku.

E. Fokus pada glorifikasi sejarah dan pahlawan nasional.

9. Apa dampak penggunaan bahasa gaul atau bahasa non-baku dalam puisi Gen Z terhadap penerimaan pembaca?

A. Selalu membuat puisi sulit dipahami oleh pembaca umum.

B. Membatasi audiens hanya pada kalangan yang memahami bahasa tersebut.

C. Dapat menciptakan kedekatan dengan pembaca sebaya, namun mungkin kurang dipahami generasi lain.

D. Secara otomatis menurunkan kualitas estetika puisi.

E. Tidak memiliki dampak signifikan terhadap penerimaan pembaca.

10. Perhatikan gambar berikut. Gambar ini menampilkan seorang remaja yang sedang memegang ponsel dengan layar menyala, terpantul di wajahnya. Ekspresinya terlihat agak sendu atau termenung. Di latar belakang, terlihat siluet bangunan kota dan beberapa ikon media sosial yang samar-samar. Suasana keseluruhan terasa sunyi dan introspektif, seolah mencerminkan keterhubungan yang kompleks antara individu dan dunia digital. Apa yang dapat disimpulkan tentang hubungan antara individu dan teknologi dari gambar tersebut, jika diinterpretasikan melalui lensa puisi Gen Z?

Ilustrasi

A.    Teknologi selalu membawa kebahagiaan dan koneksi yang mudah.

B.    Teknologi dapat menjadi sumber isolasi dan refleksi diri.

C.    Teknologi hanya digunakan untuk hiburan semata.

D.    Teknologi sepenuhnya mengendalikan kehidupan remaja.

E.    Teknologi tidak memiliki dampak emosional pada individu.

11. Bagaimana cara menikmati puisi yang efektif?

A. Membacanya dengan cepat tanpa jeda.

B. Fokus pada mencari kesalahan tata bahasa.

C. Meresapi setiap kata, membayangkan, dan merasakan emosi yang disampaikan.

D. Memaksakan diri untuk memahami setiap makna secara harfiah.

E. Membacanya hanya sekali dan langsung melupakannya.

12. Menurut Anda, mengapa puisi Gen Z seringkali mengangkat isu-isu seperti kesehatan mental, identitas, dan krisis iklim?

A. Karena isu-isu tersebut adalah tren sesaat yang menarik perhatian.

B. Karena Gen Z tidak memiliki topik lain untuk dibahas.

C. Karena isu-isu tersebut sangat relevan dengan pengalaman dan kekhawatiran mereka sebagai generasi.

D. Karena puisi Gen Z hanya ingin terlihat berbeda dari generasi sebelumnya.

E. Karena isu-isu tersebut mudah untuk dibuat menjadi rima.

13. Jika Anda diminta menulis puisi tentang 'kecemasan digital' yang dialami Gen Z, unsur apa yang paling krusial untuk ditonjolkan agar pesan tersampaikan dengan kuat?

A.Penggunaan rima yang sangat teratur.

B. Deskripsi mendetail tentang perangkat teknologi.

C. Penggambaran emosi internal, kontradiksi, dan dampak psikologis dari dunia digital.

D. Penggunaan bahasa arkais dan sulit dipahami.

E. Fokus pada keindahan alam yang kontras dengan teknologi.

14. Bagaimana kamu akan menganalisis sebuah puisi yang menggunakan banyak referensi media sosial dan meme?

A. Mengabaikan referensi tersebut karena dianggap tidak relevan dengan puisi.

B. Mencari tahu makna dan konteks dari setiap referensi untuk memahami pesan penyair.

C. Hanya fokus pada rima dan irama puisi.

E. Menyimpulkan bahwa puisi tersebut tidak serius dan tidak memiliki makna mendalam.

F. Membandingkannya dengan puisi-puisi klasik yang tidak memiliki referensi serupa.

15. Jika Anda menemukan puisi Gen Z yang provokatif dan mengkritik norma sosial, apa tujuan utama penyair dalam menciptakan karya tersebut?

A. Hanya untuk mencari sensasi dan perhatian.

B. Untuk menghibur pembaca dengan gaya bahasa yang unik.

C. Untuk memicu diskusi, merangsang pemikiran kritis, dan menyuarakan ketidakpuasan.

D. Untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kebebasan berekspresi tanpa batasan.

E. Untuk membuat pembaca merasa tidak nyaman dan marah.

16. Bagaimana puisi dapat membantu Gen Z dalam mengekspresikan identitas diri mereka yang kompleks dan berubah-ubah?

A. Puisi memberikan batasan yang jelas agar identitas tidak berubah.

B. Puisi hanya cocok untuk mengekspresikan identitas yang sudah mapan.

C. Puisi menjadi media yang fleksibel dan personal untuk menjelajahi, merenungkan, dan mengungkapkan berbagai sisi identitas.

D. Puisi memaksa Gen Z untuk menyesuaikan identitas mereka dengan norma sastra.

E. Puisi tidak memiliki hubungan apapun dengan ekspresi identitas.

17. Apa itu 'citraan' dalam puisi?

A. Penggambaran yang melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan.

B. Pesan moral yang ingin disampaikan penyair.

C. Gaya penulisan yang hanya menggunakan kata-kata konkret.

D. Susunan bait yang teratur.

E. Pengulangan bunyi vokal.

18. Bagaimana Anda dapat mengidentifikasi tema sebuah puisi?

A. Dengan menghitung jumlah kata dalam puisi.

B. Dengan melihat nama penyairnya.

C. Dengan mencari gagasan pokok atau ide sentral yang mendasari keseluruhan puisi.

D. Dengan memperhatikan panjang setiap baris.

E. Dengan menganalisis jenis huruf yang digunakan.

19. Apa yang dimaksud dengan 'amanat' dalam puisi?

A. Gaya bahasa yang digunakan penyair.

B. Pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.

C. Jumlah baris dalam setiap bait.

D. Susunan kata yang indah.

E. Latar waktu dan tempat dalam puisi.

20. Mengapa puisi Gen Z seringkali bersifat eksperimental dalam bentuk dan struktur?

A. Karena mereka tidak memahami aturan penulisan puisi tradisional.

B. Untuk menentang kebiasaan dan mencari cara baru dalam berekspresi yang sesuai dengan zaman mereka.

C. Agar puisi mereka lebih sulit dipahami oleh pembaca.

D. Karena mereka ingin membuat puisi yang sangat panjang.

E. Untuk mengurangi jumlah kata yang digunakan dalam puisi.

Sabtu, 10 Januari 2026

Anjing Kecil yang Tidak Pernah Kumarahi

Di suatu pagi yang biasa, aku duduk bersama anakku. Udara tenang, hari berjalan sebagaimana mestinya, sampai seekor anjing kecil datang. Tubuhnya kecil, suaranya nyaring, langkahnya berani. Ia mendekat, mengganggu, dan tidak pergi meski kehadirannya membuat tidak nyaman.

Aku melihatnya.
Aku kesal.
Aku takut.

Namun tidak satu pun kata keluar dari mulutku.

Aku bergeser sedikit. Aku melindungi anakku sebisaku. Aku menahan napas, berharap anjing itu pergi sendiri. Ketika tidak juga pergi, aku meminta orang lain menegur. Teguran itu datang terlambat. Dan bersama keterlambatan itu, ketakutanku memanjang—lebih lama, lebih melelahkan.

Anjing itu pergi.
Namun sesuatu tertinggal.


Malamnya, aku teringat masa kecilku.
Tentang bagaimana marah selalu berakhir dengan dimarahi.
Tentang bagaimana diam terasa paling aman.
Tentang bagaimana aku belajar bahwa anak baik tidak membuat suara, tidak menuntut, tidak melawan.

Aku tumbuh dengan keyakinan itu.
Dan keyakinan itu tumbuh bersamaku.


Suatu hari di kelas, aku berbicara dengan muridku.
Seorang anak yang pikirannya dipenuhi asumsi.
Cerita-cerita yang terus berputar di kepalanya, seolah-olah itu kebenaran.

Aku menatapnya dan berkata,
“Kamu harus berhenti. Bentak dirimu sendiri. Tampar asumsimu. Katakan: berhenti. Kamu tidak boleh mengambil kendali hidupku lagi.”

Kalimat itu keluar tegas. Jelas. Hidup.

Dan di saat itulah aku terdiam.

Karena aku sadar:
anak yang sedang kutegur itu… adalah aku sendiri.


Aku menyadari sesuatu yang selama ini kuhindari:
aku bukan tidak bisa marah.
aku hanya tidak merasa aman saat marah.

Diam bukanlah kebaikan.
Diam adalah tempat berlindung.

Aku belajar menahan bukan karena luhur,
tetapi karena takut kehilangan cinta.


Anehnya, hanya pada satu orang aku bisa marah: suamiku.

Di sanalah suaraku keluar paling keras.
Di sanalah emosiku meledak tanpa izin.

Bukan karena suamiku paling bersalah.
Melainkan karena hanya di sanalah tubuhku percaya: aku tidak akan ditinggalkan.

Rumah menjadi satu-satunya tempat marah yang bocor.


Hari-hari berikutnya, aku mulai belajar hal baru.

Aku tidak langsung berteriak.
Aku tidak langsung berani.

Aku hanya mulai berkata pelan pada diriku sendiri,
“Aku marah. Dan aku aman.”

Aku mengepalkan tangan lalu melepasnya.
Menghentakkan kaki.
Mengatakan “berhenti” pada udara kosong.

Aku belajar mengatakan tidak tanpa penjelasan.
Belajar bahwa batas tidak harus galak, cukup jelas.
Belajar bahwa marah bukan untuk menguasai, tetapi melindungi.


Suatu sore, saat aku kembali mengingat anjing kecil itu, aku tersenyum pahit.

Aku akhirnya mengerti:
anjing itu bukan tentang hewan.

Ia adalah luka kecil yang selama ini kubiarkan.
Tak pernah kumarahi.
Tak pernah kuusir.

Dan kali ini, aku membayangkan diriku berdiri tegak.
Tidak berteriak.
Tidak gemetar.

Aku berkata,
“Berhenti.”

Dan dunia tidak runtuh.


Karena untuk pertama kalinya,
aku tidak sedang menjadi anak yang harus selamat.
Aku sedang menjadi orang dewasa yang memilih hidup.

Selasa, 06 Januari 2026

Lkpd Penguatan Pemahaman Teks Negosiasi (fokus Strategi)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : X / Ganjil

Materi : Teks Negosiasi

Fokus : Strategi dalam Teks Negosiasi


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi strategi negosiasi dalam teks.

  2. Menjelaskan tujuan penggunaan strategi negosiasi.

  3. Menganalisis efektivitas strategi negosiasi dalam mencapai kesepakatan.

  4. Mengganti strategi negosiasi yang kurang tepat dengan strategi yang lebih efektif.


B. Petunjuk Pengerjaan

  1. Bacalah Materi Singkat pada bagian C terlebih dahulu agar kamu memahami konsep strategi negosiasi.

  2. Bacalah teks negosiasi dengan saksama.

  3. Kerjakan LKPD secara berkelompok (3–4 orang).

  4. Diskusikan setiap jawaban dengan anggota kelompok.

  5. Tuliskan jawaban dengan bahasa yang jelas dan logis.


C. Materi Singkat – Memahami Strategi Teks Negosiasi

1. Apa itu Teks Negosiasi?

Teks negosiasi adalah teks yang berisi proses interaksi antara dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda untuk mencapai kesepakatan bersama. Dalam negosiasi, setiap pihak berusaha memperjuangkan kepentingannya dengan cara berbahasa yang tepat.

2. Mengapa Strategi dalam Negosiasi Itu Penting?

Keberhasilan negosiasi tidak hanya ditentukan oleh apa yang diminta, tetapi bagaimana cara menyampaikannya. Oleh karena itu, penutur menggunakan berbagai strategi agar lawan bicara bersedia menyetujui keinginannya.

3. Jenis-Jenis Strategi dalam Teks Negosiasi

Perhatikan penjelasan berikut.

a. Strategi Pembukaan
Digunakan untuk menciptakan suasana akrab dan membangun simpati.

  • Contoh: “Bukunya kelihatannya masih bagus, ya.”

b. Strategi Penawaran
Digunakan untuk menyampaikan keinginan atau permintaan.

  • Contoh: “Kalau saya ambil dua buku, apakah harganya bisa lebih murah?”

c. Strategi Tawar-menawar
Digunakan ketika terjadi perbedaan kepentingan antara kedua pihak.

  • Contoh: “Harganya sebenarnya segitu, tapi bisa saya kurangi sedikit.”

d. Strategi Kompromi
Digunakan untuk mencari jalan tengah agar kedua pihak sama-sama diuntungkan.

  • Contoh: “Kalau begitu, kita sepakati harga di tengah.”

e. Strategi Persuasi
Digunakan untuk meyakinkan lawan bicara dengan alasan logis atau emosional.

  • Contoh: “Buku ini masih layak dan banyak dicari siswa.”

f. Strategi Penutupan
Digunakan untuk mengakhiri negosiasi setelah tercapai kesepakatan.

  • Contoh: “Baik, saya setuju.”

4. Kepentingan vs Keinginan

  • Kepentingan: hal utama yang ingin dicapai (misalnya: mendapatkan harga terjangkau).

  • Keinginan: cara atau bentuk permintaan (misalnya: meminta diskon besar).

Dalam teks negosiasi, penutur sering menyembunyikan kepentingannya melalui strategi bahasa.


D. Teks Negosiasi

  1. Bacalah teks negosiasi dengan saksama.

  2. Kerjakan LKPD secara berkelompok (3–4 orang).

  3. Diskusikan setiap jawaban dengan anggota kelompok.

  4. Tuliskan jawaban dengan bahasa yang jelas dan logis.


C. Teks Negosiasi

Konteks: Negosiasi antara penjual dan pembeli buku pelajaran.

Pembeli: Pak, bukunya kelihatannya masih bagus, ya. Saya memang sedang mencari buku ini untuk sekolah.

Penjual: Iya, ini masih layak pakai. Banyak siswa juga mencari buku ini karena edisinya lengkap.

Pembeli: Kalau saya ambil dua buku, apakah harganya bisa sedikit lebih murah?

Penjual: Sebenarnya harga pasnya segitu, tapi kalau ambil dua, saya kurangi sedikit.

Pembeli: Baiklah, kalau begitu saya setuju. Terima kasih, Pak.


D. Kegiatan 1 – Mengidentifikasi Strategi Negosiasi

Isilah tabel berikut berdasarkan teks di atas!

NoKutipan KalimatStrategi NegosiasiTujuan Strategi
1.


2.


3.


Petunjuk: Strategi dapat berupa pembukaan, penawaran, tawar-menawar, kompromi, persuasi, atau penutupan.


E. Kegiatan 2 – Memahami Kepentingan Penutur

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa kepentingan utama pembeli dalam teks tersebut?

  2. Apa kepentingan utama penjual?

  3. Strategi apa yang digunakan pembeli untuk mencapai kepentingannya?

  4. Apakah penjual bersikap fleksibel? Jelaskan alasannya!


F. Kegiatan 3 – Menilai Efektivitas Strategi

Diskusikan dan jawablah!

  1. Strategi siapa yang paling efektif dalam negosiasi tersebut?

  2. Bagian mana dari teks yang menunjukkan adanya kompromi?

  3. Mengapa kompromi tersebut dapat menghasilkan kesepakatan?


G. Kegiatan 4 – Mengganti Strategi Negosiasi

Perhatikan kalimat berikut!

“Pokoknya harganya tidak bisa kurang. Kalau mau, ya beli.”

  1. Termasuk strategi negosiasi apakah kalimat tersebut?

  2. Mengapa strategi tersebut kurang efektif?

  3. Ubahlah kalimat tersebut menjadi kalimat negosiasi yang lebih efektif dengan strategi kompromi atau persuasi!

Jawaban Anda: .....................................................................................


H. Refleksi Individu

Jawablah secara singkat!

  1. Strategi negosiasi apa yang paling sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari?

  2. Mengapa memahami strategi dalam teks negosiasi itu penting?


I. Latihan Penguatan Pemahaman Strategi Negosiasi

Latihan 1 – Pilihan Strategi

Bacalah kalimat berikut, lalu tentukan strategi negosiasi yang digunakan!

  1. “Saya paham Bapak juga perlu untung, tapi sebagai siswa kami punya keterbatasan dana.”
    Strategi: ....................................................

  2. “Kalau begitu, bagaimana jika kita sepakati harga di tengah saja?”
    Strategi: ....................................................

  3. “Banyak pembeli lain yang juga mencari barang ini karena kualitasnya bagus.”
    Strategi: ....................................................


Latihan 2 – Analisis Strategi dalam Teks

Perhatikan kutipan berikut!

“Sebenarnya harga normalnya segitu, tetapi karena kamu membeli lebih dari satu, saya bisa memberi potongan.”

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Strategi apa yang digunakan penjual?

  2. Apa tujuan penggunaan strategi tersebut?

  3. Apakah strategi tersebut efektif? Jelaskan alasanmu!


Latihan 3 – Mengubah Strategi

Ubahlah kalimat berikut agar menggunakan strategi yang lebih efektif!

“Kalau tidak mau dengan harga ini, silakan cari di tempat lain.”

Tuliskan hasil perbaikannya: ..........................................................................


J. Instrumen Penilaian

1. Penilaian Pengetahuan (Pemahaman Strategi)

Aspek yang DinilaiSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Identifikasi strategiTepat dan lengkapTepat tetapi kurang lengkapKurang tepatTidak tepat
Penjelasan tujuan strategiSangat jelas dan logisCukup jelasKurang jelasTidak jelas
Analisis efektivitasMendalam dan kritisCukup kritisKurang kritisTidak menganalisis

2. Penilaian Keterampilan (Mengganti Strategi)

KriteriaSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Kesesuaian strategiSangat sesuaiSesuaiKurang sesuaiTidak sesuai
Kejelasan bahasaSangat jelas dan santunJelasKurang jelasTidak jelas
Keefektifan kalimatSangat efektifEfektifKurang efektifTidak efektif

3. Penilaian Sikap (Diskusi)

AspekYaTidak
Aktif berdiskusi

Menghargai pendapat teman

Bertanggung jawab dalam kelompok


K. Kesimpulan

Tuliskan kesimpulan kelompokmu tentang pentingnya strategi dalam teks negosiasi!

..........................................................................


Catatan Guru:
Instrumen penilaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas dan digunakan sebagai asesmen formatif atau sumatif.

Minggu, 02 November 2025

LAPORANN

 EVALUASI KINERJA PERANGKAT KELAS X-3 (31 OKTOBER 2025)

Pendahuluan

Laporan ini menyajikan evaluasi data kinerja perangkat kelas X-3 per tanggal 31 Oktober 2025, berdasarkan penilaian kolektif dari anggota kelas. Tujuan presentasi ini adalah untuk memberikan data dan fakta yang objektif mengenai pelaksanaan tugas masing-masing seksi, dengan fokus pada peningkatan kinerja kelas secara keseluruhan.


1. Ketua Murid (KM)

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Salah satu evaluasi individu mencatat bahwa KM "tidak insiatif dan proaktif".
  • Nilai kinerja KM dalam tabel evaluasi menunjukkan adanya skor yang sangat rendah, termasuk nilai 0 (nol). 
  • Data menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang tinggi terhadap peran KM.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Mayoritas rekomendasi dari anggota kelas secara eksplisit menyarankan penggantian KM. Rekomendasi penggantian KM sangat bervariasi, menunjuk nama-nama seperti Refi, Rifki Aliy, dan Gilang.(bisa ditindak lanjuti)

2. Wakil Ketua Murid (WKM)

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Nilai evaluasi WKM menunjukkan rentang yang cukup luas, berkisar antara 5 hingga 10.
  • Terdapat beberapa catatan untuk mengganti WKM, namun frekuensinya tidak sesering permintaan penggantian KM.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kinerja WKM terbilang bervariasi. Terdapat usulan spesifik untuk nama Wakil KM, seperti Aurelyn.

3. Sekretaris 1 dan Sekretaris 2

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Nilai untuk Sekretaris 1 dan Sekretaris 2 cenderung menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil, di mana banyak skor yang dicapai berada pada angka tinggi, yaitu 9 dan 10.
  • Terdapat beberapa skor yang lebih rendah (misalnya 5 atau 7), tetapi secara umum, penerimaan terhadap kinerja seksi kesekretariatan adalah positif.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kedua sekretaris menunjukkan kinerja yang memuaskan berdasarkan data skor.

4. Bendahara 1 dan Bendahara 2

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Skor evaluasi untuk Bendahara 1 (BEN 1) dan Bendahara 2 (BEN 2) menunjukkan rentang yang luas namun sebagian besar berada di level yang baik (misalnya 7, 8, 9, 10).
  • Terdapat komentar dari anggota kelas yang menyebutkan adanya "bendahara yg memaksa" terkait penagihan.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Secara numerik, kinerja bendahara cukup baik, tetapi perlu diperhatikan aspek pendekatan dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam hal penagihan kas.

5. Sie Rohani (Kerohanian)

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Rohani (dipegang oleh Ilyas, Keinan, dan Agnia) menerima skor yang sangat bervariasi, termasuk skor rendah seperti 3 dan 5, meskipun juga terdapat skor 8 dan 10.
  • Dalam satu evaluasi, tercatat nilai negatif -5 untuk peran ini.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kinerja Sie Rohani belum konsisten. Ada indikasi bahwa tugas tidak dilaksanakan sepenuhnya atau secara efektif, ditunjukkan dengan adanya nilai yang sangat rendah.

6. Sie Keamanan

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Keamanan ( Adrian dan Rizky R.) menunjukkan masalah signifikan, dengan banyaknya skor 0 (nol), selain skor 2, 3, dan 5.
  • Sama halnya dengan Sie Rohani, tercatat nilai negatif -5 pada satu evaluasi.
  • Rekomendasi menyebutkan perlunya penggantian Sie Keamanan.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kinerja Sie Keamanan berada di level yang sangat mengkhawatirkan karena sering mendapatkan nilai nol. Perlu peningkatan yang drastis atau penggantian personil.

7. Sie Kebersihan

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Kebersihan (dipegang  Arsyi, dan Refi) juga menunjukkan ketidakstabilan, dengan nilai yang bervariasi termasuk skor 0 (nol), 2, 3, dan 4.
  • Rekomendasi menyarankan perubahan kebersihan cewek dan KM.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Tugas kebersihan belum dilaksanakan secara merata atau konsisten, yang tercermin dari banyaknya skor rendah.

8. Sie Peralatan

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Peralatan (dipegang oleh Hasna dan Azkia) menunjukkan salah satu kinerja paling lemah di antara seksi-seksi, dengan banyak skor rendah, termasuk nol (0), 1, dan 2.
  • Rekomendasi menyebutkan bahwa peralatan harus diganti.
  • Salah satu evaluasi juga menyarankan agar KM, WKM, Peralatan, dan Keamanan diganti.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Sie Peralatan memerlukan perbaikan mendesak atau penggantian, mengingat seringnya mendapat nilai evaluasi yang sangat rendah.

Simpulan Umum dan Catatan Tambahan

Poin-poin Kunci:

  1. Kepemimpinan (KM): Data menunjukkan kebutuhan mendesak untuk perubahan kepemimpinan, didukung oleh banyak rekomendasi penggantian dan fakta bahwa KM dinilai tidak inisiatif dan proaktif.
  2. Seksi Teknis Bermasalah: Sie Keamanan, Sie Kebersihan, dan Sie Peralatan menunjukkan kinerja yang tidak efektif, dengan sering mendapatkan nilai 0 atau di bawah 5.
  3. Kekompakan Kelas: Beberapa evaluasi individu menunjukkan isu umum dalam kelas, seperti kurangnya kekompakan, kurang bertanggung jawab (misalnya Yuni, Nissa, Virni), dan adanya sentimen bahwa "masih banyak yg egois" di kelas.

Rekomendasi Aksi Berdasarkan Data:

Data dengan jelas menyarankan perlunya refleksi kelas secara keseluruhan karena masalah keegoisan dan kurangnya tanggung jawab meluas. Selain perubahan kepemimpinan (KM), prioritas utama perbaikan harus diberikan pada Sie Keamanan dan Sie Peralatan, yang menunjukkan skor kinerja terendah.

Analogi untuk Soliditas Tim:

Kelas yang memiliki banyak seksi dengan kinerja rendah, seperti Sie Keamanan, Sie Kebersihan, dan Sie Peralatan, dapat diibaratkan seperti sebuah orkestra di mana hanya bagian alat musik gesek (Sekretaris) yang bermain dengan baik. Meskipun mereka tampil sempurna, jika bagian perkusi (Keamanan) dan bagian tiup (Peralatan) tidak muncul atau bermain sumbang, maka keseluruhan pertunjukan (kelas) tetap dinilai gagal. Konsistensi diperlukan di semua lini.

Senin, 01 September 2025

Nganalisis Paribasa Anu Luyu dina Stimulus

 Conto Soal Pilihan Ganda Berbasis Carita (Stimulus Paribasa Sunda)

Carita Stimulus 1:

Dina hiji lembur, aya saurang budak ngaran Ujang. Ujang téh rajin pisan diajar, unggal peuting sok maca buku sanajan lampuna leutik. Ujang henteu nyerah sanajan barangna kawates. Tungtungna anjeunna meunang juara di sakola. Guru-guruna ngahormat jeung tatanggana reueus ka anjeunna.

Patarosan 1:
Paribasa naon anu luyu pikeun ngajelaskeun kaayaan Ujang?
a. Lamun teu hujan henteu aya caina.
b. Moal beunang lauk lamun henteu ngala.
c. Lamun aya kahayang tangtu aya jalan.
d. Anjing ngagogog kalng-kalng ngaliwat.
e. Henteu beunang diukur ku dampal suku.

Carita Stimulus 2:

Aya dua dulur, Nani jeung Nunu. Duanana béda perangai. Nani resep ngahémat duit, sedengkeun Nunu boros pisan. Nalika kolotna teu boga duit, Nani masih bisa neangan jalan pikeun nyekolakeun dirina. Sedengkeun Nunu sok nyusahkeun kulawargana.

Patarosan 2:
Paribasa naon anu merenah pikeun ngajelaskeun kaayaan Nani jeung Nunu?
a. Henteu beunang dijait ku benang bodas.
b. Béda-béda tapi sarua kénéh.
c. Nu hémat bakal beunghar, nu boros bakal musnah.
d. Henteu beunang dicandak ku dampal leungeun.
e. Nu meunang nu ngadagoan.


Carita Stimulus 3:

Aya hiji juru masak, sebut wae Mang Dudun. Anjeunna sok nyieun sangu liwet di kampungna. Unggal aya hajatan, sok anjeunna anu dipercaya pikeun masak. Sakali waktu anjeunna gering, teu bisa nulungan. Ternyata aya jalma séjén anu bisa masak leuwih hade. Tatanggana ngarasa bingung, naha mang Dudun henteu sadar yén dunya téh loba batur anu leuwih bisa.

Patarosan 3:
Paribasa naon anu luyu jeung kaayaan Mang Dudun?
a. Di luhur langit aya langit deui.
b. Nu meunang nu ludeung.
c. Ngaliarkeun beas ka kebo.
d. Lamun aya kahayang tangtu aya jalan.
e. Nu nyaba ka imah batur kudu hade basa.

Carita Stimulus 4:

Sinta sok meunang naséhat ti indungna: "Anaking, ulah gampang ngahina batur. Ulah sok ngarasa leuwih pinter. Sabab engké lamun butuh pitulung, batur anu baris nulungan." Sinta ngadéngékeun, tuluy hirupna jadi leuwih hade, sok silih tulungan jeung tatangga.

Patarosan 4:
Paribasa naon anu cocok pikeun ngajelaskeun piwuruk indungna Sinta?
a. Ulah ngahina batur lamun hayang dihormat.
b. Hirup kudu silih asah, silih asih, silih asuh.
c. Nu meunang nu cageur.
d. Lamun ngaji teu kudu laleungitan.
e. Ulah ngahampura tanpa dipenta.


Carita Stimulus 5:

Aya hiji budak sakola, sebut wae Andi. Anjeunna henteu kungsi diajar, sok maén wungkul. Nalika ulangan datang, anjeunna meunang nilai goréng. Sedengkeun sobatna, anu rajin diajar, meunang nilai alus.

Patarosan 5:
Paribasa naon anu luyu pikeun ngajelaskeun kajadian Andi?
a. Moal aya haseup lamun teu aya seuneu.
b. Moal beunang lauk lamun henteu ngala.
c. Bulao ngajadi bodas.
d. Nu hémat bakal beunghar.
e. Ulah ngukur baju batur ku awak sorangan.