Sabtu, 10 Januari 2026

Anjing Kecil yang Tidak Pernah Kumarahi

Di suatu pagi yang biasa, aku duduk bersama anakku. Udara tenang, hari berjalan sebagaimana mestinya, sampai seekor anjing kecil datang. Tubuhnya kecil, suaranya nyaring, langkahnya berani. Ia mendekat, mengganggu, dan tidak pergi meski kehadirannya membuat tidak nyaman.

Aku melihatnya.
Aku kesal.
Aku takut.

Namun tidak satu pun kata keluar dari mulutku.

Aku bergeser sedikit. Aku melindungi anakku sebisaku. Aku menahan napas, berharap anjing itu pergi sendiri. Ketika tidak juga pergi, aku meminta orang lain menegur. Teguran itu datang terlambat. Dan bersama keterlambatan itu, ketakutanku memanjang—lebih lama, lebih melelahkan.

Anjing itu pergi.
Namun sesuatu tertinggal.


Malamnya, aku teringat masa kecilku.
Tentang bagaimana marah selalu berakhir dengan dimarahi.
Tentang bagaimana diam terasa paling aman.
Tentang bagaimana aku belajar bahwa anak baik tidak membuat suara, tidak menuntut, tidak melawan.

Aku tumbuh dengan keyakinan itu.
Dan keyakinan itu tumbuh bersamaku.


Suatu hari di kelas, aku berbicara dengan muridku.
Seorang anak yang pikirannya dipenuhi asumsi.
Cerita-cerita yang terus berputar di kepalanya, seolah-olah itu kebenaran.

Aku menatapnya dan berkata,
“Kamu harus berhenti. Bentak dirimu sendiri. Tampar asumsimu. Katakan: berhenti. Kamu tidak boleh mengambil kendali hidupku lagi.”

Kalimat itu keluar tegas. Jelas. Hidup.

Dan di saat itulah aku terdiam.

Karena aku sadar:
anak yang sedang kutegur itu… adalah aku sendiri.


Aku menyadari sesuatu yang selama ini kuhindari:
aku bukan tidak bisa marah.
aku hanya tidak merasa aman saat marah.

Diam bukanlah kebaikan.
Diam adalah tempat berlindung.

Aku belajar menahan bukan karena luhur,
tetapi karena takut kehilangan cinta.


Anehnya, hanya pada satu orang aku bisa marah: suamiku.

Di sanalah suaraku keluar paling keras.
Di sanalah emosiku meledak tanpa izin.

Bukan karena suamiku paling bersalah.
Melainkan karena hanya di sanalah tubuhku percaya: aku tidak akan ditinggalkan.

Rumah menjadi satu-satunya tempat marah yang bocor.


Hari-hari berikutnya, aku mulai belajar hal baru.

Aku tidak langsung berteriak.
Aku tidak langsung berani.

Aku hanya mulai berkata pelan pada diriku sendiri,
“Aku marah. Dan aku aman.”

Aku mengepalkan tangan lalu melepasnya.
Menghentakkan kaki.
Mengatakan “berhenti” pada udara kosong.

Aku belajar mengatakan tidak tanpa penjelasan.
Belajar bahwa batas tidak harus galak, cukup jelas.
Belajar bahwa marah bukan untuk menguasai, tetapi melindungi.


Suatu sore, saat aku kembali mengingat anjing kecil itu, aku tersenyum pahit.

Aku akhirnya mengerti:
anjing itu bukan tentang hewan.

Ia adalah luka kecil yang selama ini kubiarkan.
Tak pernah kumarahi.
Tak pernah kuusir.

Dan kali ini, aku membayangkan diriku berdiri tegak.
Tidak berteriak.
Tidak gemetar.

Aku berkata,
“Berhenti.”

Dan dunia tidak runtuh.


Karena untuk pertama kalinya,
aku tidak sedang menjadi anak yang harus selamat.
Aku sedang menjadi orang dewasa yang memilih hidup.

Selasa, 06 Januari 2026

Lkpd Penguatan Pemahaman Teks Negosiasi (fokus Strategi)


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : X / Ganjil

Materi : Teks Negosiasi

Fokus : Strategi dalam Teks Negosiasi


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi strategi negosiasi dalam teks.

  2. Menjelaskan tujuan penggunaan strategi negosiasi.

  3. Menganalisis efektivitas strategi negosiasi dalam mencapai kesepakatan.

  4. Mengganti strategi negosiasi yang kurang tepat dengan strategi yang lebih efektif.


B. Petunjuk Pengerjaan

  1. Bacalah Materi Singkat pada bagian C terlebih dahulu agar kamu memahami konsep strategi negosiasi.

  2. Bacalah teks negosiasi dengan saksama.

  3. Kerjakan LKPD secara berkelompok (3–4 orang).

  4. Diskusikan setiap jawaban dengan anggota kelompok.

  5. Tuliskan jawaban dengan bahasa yang jelas dan logis.


C. Materi Singkat – Memahami Strategi Teks Negosiasi

1. Apa itu Teks Negosiasi?

Teks negosiasi adalah teks yang berisi proses interaksi antara dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda untuk mencapai kesepakatan bersama. Dalam negosiasi, setiap pihak berusaha memperjuangkan kepentingannya dengan cara berbahasa yang tepat.

2. Mengapa Strategi dalam Negosiasi Itu Penting?

Keberhasilan negosiasi tidak hanya ditentukan oleh apa yang diminta, tetapi bagaimana cara menyampaikannya. Oleh karena itu, penutur menggunakan berbagai strategi agar lawan bicara bersedia menyetujui keinginannya.

3. Jenis-Jenis Strategi dalam Teks Negosiasi

Perhatikan penjelasan berikut.

a. Strategi Pembukaan
Digunakan untuk menciptakan suasana akrab dan membangun simpati.

  • Contoh: “Bukunya kelihatannya masih bagus, ya.”

b. Strategi Penawaran
Digunakan untuk menyampaikan keinginan atau permintaan.

  • Contoh: “Kalau saya ambil dua buku, apakah harganya bisa lebih murah?”

c. Strategi Tawar-menawar
Digunakan ketika terjadi perbedaan kepentingan antara kedua pihak.

  • Contoh: “Harganya sebenarnya segitu, tapi bisa saya kurangi sedikit.”

d. Strategi Kompromi
Digunakan untuk mencari jalan tengah agar kedua pihak sama-sama diuntungkan.

  • Contoh: “Kalau begitu, kita sepakati harga di tengah.”

e. Strategi Persuasi
Digunakan untuk meyakinkan lawan bicara dengan alasan logis atau emosional.

  • Contoh: “Buku ini masih layak dan banyak dicari siswa.”

f. Strategi Penutupan
Digunakan untuk mengakhiri negosiasi setelah tercapai kesepakatan.

  • Contoh: “Baik, saya setuju.”

4. Kepentingan vs Keinginan

  • Kepentingan: hal utama yang ingin dicapai (misalnya: mendapatkan harga terjangkau).

  • Keinginan: cara atau bentuk permintaan (misalnya: meminta diskon besar).

Dalam teks negosiasi, penutur sering menyembunyikan kepentingannya melalui strategi bahasa.


D. Teks Negosiasi

  1. Bacalah teks negosiasi dengan saksama.

  2. Kerjakan LKPD secara berkelompok (3–4 orang).

  3. Diskusikan setiap jawaban dengan anggota kelompok.

  4. Tuliskan jawaban dengan bahasa yang jelas dan logis.


C. Teks Negosiasi

Konteks: Negosiasi antara penjual dan pembeli buku pelajaran.

Pembeli: Pak, bukunya kelihatannya masih bagus, ya. Saya memang sedang mencari buku ini untuk sekolah.

Penjual: Iya, ini masih layak pakai. Banyak siswa juga mencari buku ini karena edisinya lengkap.

Pembeli: Kalau saya ambil dua buku, apakah harganya bisa sedikit lebih murah?

Penjual: Sebenarnya harga pasnya segitu, tapi kalau ambil dua, saya kurangi sedikit.

Pembeli: Baiklah, kalau begitu saya setuju. Terima kasih, Pak.


D. Kegiatan 1 – Mengidentifikasi Strategi Negosiasi

Isilah tabel berikut berdasarkan teks di atas!

NoKutipan KalimatStrategi NegosiasiTujuan Strategi
1.


2.


3.


Petunjuk: Strategi dapat berupa pembukaan, penawaran, tawar-menawar, kompromi, persuasi, atau penutupan.


E. Kegiatan 2 – Memahami Kepentingan Penutur

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa kepentingan utama pembeli dalam teks tersebut?

  2. Apa kepentingan utama penjual?

  3. Strategi apa yang digunakan pembeli untuk mencapai kepentingannya?

  4. Apakah penjual bersikap fleksibel? Jelaskan alasannya!


F. Kegiatan 3 – Menilai Efektivitas Strategi

Diskusikan dan jawablah!

  1. Strategi siapa yang paling efektif dalam negosiasi tersebut?

  2. Bagian mana dari teks yang menunjukkan adanya kompromi?

  3. Mengapa kompromi tersebut dapat menghasilkan kesepakatan?


G. Kegiatan 4 – Mengganti Strategi Negosiasi

Perhatikan kalimat berikut!

“Pokoknya harganya tidak bisa kurang. Kalau mau, ya beli.”

  1. Termasuk strategi negosiasi apakah kalimat tersebut?

  2. Mengapa strategi tersebut kurang efektif?

  3. Ubahlah kalimat tersebut menjadi kalimat negosiasi yang lebih efektif dengan strategi kompromi atau persuasi!

Jawaban Anda: .....................................................................................


H. Refleksi Individu

Jawablah secara singkat!

  1. Strategi negosiasi apa yang paling sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari?

  2. Mengapa memahami strategi dalam teks negosiasi itu penting?


I. Latihan Penguatan Pemahaman Strategi Negosiasi

Latihan 1 – Pilihan Strategi

Bacalah kalimat berikut, lalu tentukan strategi negosiasi yang digunakan!

  1. “Saya paham Bapak juga perlu untung, tapi sebagai siswa kami punya keterbatasan dana.”
    Strategi: ....................................................

  2. “Kalau begitu, bagaimana jika kita sepakati harga di tengah saja?”
    Strategi: ....................................................

  3. “Banyak pembeli lain yang juga mencari barang ini karena kualitasnya bagus.”
    Strategi: ....................................................


Latihan 2 – Analisis Strategi dalam Teks

Perhatikan kutipan berikut!

“Sebenarnya harga normalnya segitu, tetapi karena kamu membeli lebih dari satu, saya bisa memberi potongan.”

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Strategi apa yang digunakan penjual?

  2. Apa tujuan penggunaan strategi tersebut?

  3. Apakah strategi tersebut efektif? Jelaskan alasanmu!


Latihan 3 – Mengubah Strategi

Ubahlah kalimat berikut agar menggunakan strategi yang lebih efektif!

“Kalau tidak mau dengan harga ini, silakan cari di tempat lain.”

Tuliskan hasil perbaikannya: ..........................................................................


J. Instrumen Penilaian

1. Penilaian Pengetahuan (Pemahaman Strategi)

Aspek yang DinilaiSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Identifikasi strategiTepat dan lengkapTepat tetapi kurang lengkapKurang tepatTidak tepat
Penjelasan tujuan strategiSangat jelas dan logisCukup jelasKurang jelasTidak jelas
Analisis efektivitasMendalam dan kritisCukup kritisKurang kritisTidak menganalisis

2. Penilaian Keterampilan (Mengganti Strategi)

KriteriaSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Kesesuaian strategiSangat sesuaiSesuaiKurang sesuaiTidak sesuai
Kejelasan bahasaSangat jelas dan santunJelasKurang jelasTidak jelas
Keefektifan kalimatSangat efektifEfektifKurang efektifTidak efektif

3. Penilaian Sikap (Diskusi)

AspekYaTidak
Aktif berdiskusi

Menghargai pendapat teman

Bertanggung jawab dalam kelompok


K. Kesimpulan

Tuliskan kesimpulan kelompokmu tentang pentingnya strategi dalam teks negosiasi!

..........................................................................


Catatan Guru:
Instrumen penilaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas dan digunakan sebagai asesmen formatif atau sumatif.

Minggu, 02 November 2025

LAPORANN

 EVALUASI KINERJA PERANGKAT KELAS X-3 (31 OKTOBER 2025)

Pendahuluan

Laporan ini menyajikan evaluasi data kinerja perangkat kelas X-3 per tanggal 31 Oktober 2025, berdasarkan penilaian kolektif dari anggota kelas. Tujuan presentasi ini adalah untuk memberikan data dan fakta yang objektif mengenai pelaksanaan tugas masing-masing seksi, dengan fokus pada peningkatan kinerja kelas secara keseluruhan.


1. Ketua Murid (KM)

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Salah satu evaluasi individu mencatat bahwa KM "tidak insiatif dan proaktif".
  • Nilai kinerja KM dalam tabel evaluasi menunjukkan adanya skor yang sangat rendah, termasuk nilai 0 (nol). 
  • Data menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang tinggi terhadap peran KM.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Mayoritas rekomendasi dari anggota kelas secara eksplisit menyarankan penggantian KM. Rekomendasi penggantian KM sangat bervariasi, menunjuk nama-nama seperti Refi, Rifki Aliy, dan Gilang.(bisa ditindak lanjuti)

2. Wakil Ketua Murid (WKM)

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Nilai evaluasi WKM menunjukkan rentang yang cukup luas, berkisar antara 5 hingga 10.
  • Terdapat beberapa catatan untuk mengganti WKM, namun frekuensinya tidak sesering permintaan penggantian KM.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kinerja WKM terbilang bervariasi. Terdapat usulan spesifik untuk nama Wakil KM, seperti Aurelyn.

3. Sekretaris 1 dan Sekretaris 2

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Nilai untuk Sekretaris 1 dan Sekretaris 2 cenderung menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil, di mana banyak skor yang dicapai berada pada angka tinggi, yaitu 9 dan 10.
  • Terdapat beberapa skor yang lebih rendah (misalnya 5 atau 7), tetapi secara umum, penerimaan terhadap kinerja seksi kesekretariatan adalah positif.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kedua sekretaris menunjukkan kinerja yang memuaskan berdasarkan data skor.

4. Bendahara 1 dan Bendahara 2

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Skor evaluasi untuk Bendahara 1 (BEN 1) dan Bendahara 2 (BEN 2) menunjukkan rentang yang luas namun sebagian besar berada di level yang baik (misalnya 7, 8, 9, 10).
  • Terdapat komentar dari anggota kelas yang menyebutkan adanya "bendahara yg memaksa" terkait penagihan.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Secara numerik, kinerja bendahara cukup baik, tetapi perlu diperhatikan aspek pendekatan dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam hal penagihan kas.

5. Sie Rohani (Kerohanian)

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Rohani (dipegang oleh Ilyas, Keinan, dan Agnia) menerima skor yang sangat bervariasi, termasuk skor rendah seperti 3 dan 5, meskipun juga terdapat skor 8 dan 10.
  • Dalam satu evaluasi, tercatat nilai negatif -5 untuk peran ini.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kinerja Sie Rohani belum konsisten. Ada indikasi bahwa tugas tidak dilaksanakan sepenuhnya atau secara efektif, ditunjukkan dengan adanya nilai yang sangat rendah.

6. Sie Keamanan

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Keamanan ( Adrian dan Rizky R.) menunjukkan masalah signifikan, dengan banyaknya skor 0 (nol), selain skor 2, 3, dan 5.
  • Sama halnya dengan Sie Rohani, tercatat nilai negatif -5 pada satu evaluasi.
  • Rekomendasi menyebutkan perlunya penggantian Sie Keamanan.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Kinerja Sie Keamanan berada di level yang sangat mengkhawatirkan karena sering mendapatkan nilai nol. Perlu peningkatan yang drastis atau penggantian personil.

7. Sie Kebersihan

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Kebersihan (dipegang  Arsyi, dan Refi) juga menunjukkan ketidakstabilan, dengan nilai yang bervariasi termasuk skor 0 (nol), 2, 3, dan 4.
  • Rekomendasi menyarankan perubahan kebersihan cewek dan KM.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Tugas kebersihan belum dilaksanakan secara merata atau konsisten, yang tercermin dari banyaknya skor rendah.

8. Sie Peralatan

Data Penting & Fakta Kinerja:

  • Sie Peralatan (dipegang oleh Hasna dan Azkia) menunjukkan salah satu kinerja paling lemah di antara seksi-seksi, dengan banyak skor rendah, termasuk nol (0), 1, dan 2.
  • Rekomendasi menyebutkan bahwa peralatan harus diganti.
  • Salah satu evaluasi juga menyarankan agar KM, WKM, Peralatan, dan Keamanan diganti.
  • Kesimpulan Berbasis Data: Sie Peralatan memerlukan perbaikan mendesak atau penggantian, mengingat seringnya mendapat nilai evaluasi yang sangat rendah.

Simpulan Umum dan Catatan Tambahan

Poin-poin Kunci:

  1. Kepemimpinan (KM): Data menunjukkan kebutuhan mendesak untuk perubahan kepemimpinan, didukung oleh banyak rekomendasi penggantian dan fakta bahwa KM dinilai tidak inisiatif dan proaktif.
  2. Seksi Teknis Bermasalah: Sie Keamanan, Sie Kebersihan, dan Sie Peralatan menunjukkan kinerja yang tidak efektif, dengan sering mendapatkan nilai 0 atau di bawah 5.
  3. Kekompakan Kelas: Beberapa evaluasi individu menunjukkan isu umum dalam kelas, seperti kurangnya kekompakan, kurang bertanggung jawab (misalnya Yuni, Nissa, Virni), dan adanya sentimen bahwa "masih banyak yg egois" di kelas.

Rekomendasi Aksi Berdasarkan Data:

Data dengan jelas menyarankan perlunya refleksi kelas secara keseluruhan karena masalah keegoisan dan kurangnya tanggung jawab meluas. Selain perubahan kepemimpinan (KM), prioritas utama perbaikan harus diberikan pada Sie Keamanan dan Sie Peralatan, yang menunjukkan skor kinerja terendah.

Analogi untuk Soliditas Tim:

Kelas yang memiliki banyak seksi dengan kinerja rendah, seperti Sie Keamanan, Sie Kebersihan, dan Sie Peralatan, dapat diibaratkan seperti sebuah orkestra di mana hanya bagian alat musik gesek (Sekretaris) yang bermain dengan baik. Meskipun mereka tampil sempurna, jika bagian perkusi (Keamanan) dan bagian tiup (Peralatan) tidak muncul atau bermain sumbang, maka keseluruhan pertunjukan (kelas) tetap dinilai gagal. Konsistensi diperlukan di semua lini.

Senin, 01 September 2025

Nganalisis Paribasa Anu Luyu dina Stimulus

 Conto Soal Pilihan Ganda Berbasis Carita (Stimulus Paribasa Sunda)

Carita Stimulus 1:

Dina hiji lembur, aya saurang budak ngaran Ujang. Ujang téh rajin pisan diajar, unggal peuting sok maca buku sanajan lampuna leutik. Ujang henteu nyerah sanajan barangna kawates. Tungtungna anjeunna meunang juara di sakola. Guru-guruna ngahormat jeung tatanggana reueus ka anjeunna.

Patarosan 1:
Paribasa naon anu luyu pikeun ngajelaskeun kaayaan Ujang?
a. Lamun teu hujan henteu aya caina.
b. Moal beunang lauk lamun henteu ngala.
c. Lamun aya kahayang tangtu aya jalan.
d. Anjing ngagogog kalng-kalng ngaliwat.
e. Henteu beunang diukur ku dampal suku.

Carita Stimulus 2:

Aya dua dulur, Nani jeung Nunu. Duanana béda perangai. Nani resep ngahémat duit, sedengkeun Nunu boros pisan. Nalika kolotna teu boga duit, Nani masih bisa neangan jalan pikeun nyekolakeun dirina. Sedengkeun Nunu sok nyusahkeun kulawargana.

Patarosan 2:
Paribasa naon anu merenah pikeun ngajelaskeun kaayaan Nani jeung Nunu?
a. Henteu beunang dijait ku benang bodas.
b. Béda-béda tapi sarua kénéh.
c. Nu hémat bakal beunghar, nu boros bakal musnah.
d. Henteu beunang dicandak ku dampal leungeun.
e. Nu meunang nu ngadagoan.


Carita Stimulus 3:

Aya hiji juru masak, sebut wae Mang Dudun. Anjeunna sok nyieun sangu liwet di kampungna. Unggal aya hajatan, sok anjeunna anu dipercaya pikeun masak. Sakali waktu anjeunna gering, teu bisa nulungan. Ternyata aya jalma séjén anu bisa masak leuwih hade. Tatanggana ngarasa bingung, naha mang Dudun henteu sadar yén dunya téh loba batur anu leuwih bisa.

Patarosan 3:
Paribasa naon anu luyu jeung kaayaan Mang Dudun?
a. Di luhur langit aya langit deui.
b. Nu meunang nu ludeung.
c. Ngaliarkeun beas ka kebo.
d. Lamun aya kahayang tangtu aya jalan.
e. Nu nyaba ka imah batur kudu hade basa.

Carita Stimulus 4:

Sinta sok meunang naséhat ti indungna: "Anaking, ulah gampang ngahina batur. Ulah sok ngarasa leuwih pinter. Sabab engké lamun butuh pitulung, batur anu baris nulungan." Sinta ngadéngékeun, tuluy hirupna jadi leuwih hade, sok silih tulungan jeung tatangga.

Patarosan 4:
Paribasa naon anu cocok pikeun ngajelaskeun piwuruk indungna Sinta?
a. Ulah ngahina batur lamun hayang dihormat.
b. Hirup kudu silih asah, silih asih, silih asuh.
c. Nu meunang nu cageur.
d. Lamun ngaji teu kudu laleungitan.
e. Ulah ngahampura tanpa dipenta.


Carita Stimulus 5:

Aya hiji budak sakola, sebut wae Andi. Anjeunna henteu kungsi diajar, sok maén wungkul. Nalika ulangan datang, anjeunna meunang nilai goréng. Sedengkeun sobatna, anu rajin diajar, meunang nilai alus.

Patarosan 5:
Paribasa naon anu luyu pikeun ngajelaskeun kajadian Andi?
a. Moal aya haseup lamun teu aya seuneu.
b. Moal beunang lauk lamun henteu ngala.
c. Bulao ngajadi bodas.
d. Nu hémat bakal beunghar.
e. Ulah ngukur baju batur ku awak sorangan.

Senin, 25 Agustus 2025

LKPD MENYUNTING TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

 

SATU

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

KELOMPOK

Kelas: X-6

Nama Kelompok:

1.                                                                               11.                                        

2                                                                                12.

3.                                                                              13.

4.                                                                               14.

5.                                                                               15.

6.

7.

8.

9.

10.

 

Bagian 1: Memahami Kembali Konsep LHO

Membaca Kembali Materi Sebelumnya

 

 

 

Bacalah atau dengarkan materi berikut sebagai penguatan dalam melakukan proses menyunting! Peserta didik boleh memilih materi visual atau audiovisual di bawah ini!

 

Scan barcode ini jika ingin mengakses materi visual teks LHO.

Konsep LHO

 

 

 

Ejaan dan Tanda Baca

 

Scan barcode ini jika ingin mengakses materi Audio-Visual teks LHO.

Konsep LHO

Ejaan dan Tanda Baca

Bagian 2: Mengaplikasikan

Cacing Gelang: Parasit kecil dengan dampak besar

cacing gelang ascaris lumbricoides adalah salah satu jenis cacing parasit yang banyak di temukan di daerah beriklim tropis, termasuk indonesia? cacing ini idup diusus manusia dan bisa menimbulkan penyakit kecacingan, terutama pada anak anak yang tidak menjaga kebersihan.

Meskipun dikenal sebagai parasit penyebab sakit, cacing gelang dimanfaatin untuk penelitian medis dan sebagai bahan makanan dengan protein tinggi. Peneliti mempelajari imun manusia melalui reaksi infeksi cacing. Keberadaannya juga jadi indikator sanitasi lingkungan, hal ini karena penyebaran sangat dipengaruhi kebersihan air, tanah.

Tubuh cacing gelang berbentuk silindris panjang dengan ukuran rata2 15-35 cm. warna tubuh pucat kekuningan dan dilapisi kutikula kuat sehingga tahan cairan pencernaan manusia. cacing gelang berkembang biak bertelur. Telur keluar bersama kotoran, kemudian mencemari tanah, air, makanan: Bila telur masuk ketubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi maka larva menetas dan jadi cacing dewasa diusus.

 

Pertanyaan untuk Penyuntingan:

1.      Penulisan Judul:

 

 

 

 

 

2.      Struktur sudah sesuai dan Informasi sudah jelas:

 

 

 

 

 

 

3.      Informasi sudah valid dan sesuai fakta:

 

 

 

 

 

4.      Ejaan sesuai Eyd/PUEBI: (Huruf Kapital, Kata Berimbuhan, Penulisan istilah asing)

 

 

 

 

 

 

5.      Kata Baku dan Tidak Baku: (Sesuai KBBI)

 

 

 

 

 

6.      Tanda Baca: (Koma. Titik. Tanda kueung, tanda hubung, tanda tanya, tanda seru)

 

 

 

 

 

 

 

Catatan Perbaikan:

1. Visual

  • Tugas: Membuat bagan atau diagram yang menunjukkan kesalahan dalam teks.
  • Petunjuk: Buat bagan yang membedakan jenis kesalahan dan lokasi kesalahan di teks.

2. Auditori

  • Tugas: Membuat video pendek yang menjelaskan kesalahan dalam teks dan cara memperbaikinya.
  • Petunjuk: Durasi video: 2–3 menit. Bisa menggunakan ponsel.

3. Kinestetik

  • Tugas: Menandai kesalahan dan mengomentari kesalahan penulisan di papan tulis.

Petunjuk: Setiap siswa bergiliran maju ke depan kelas.

 

 

 

 

DUA                                                                                                                   

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

KELOMPOK

Kelas: X-6

Nama Kelompok:

1.                                                                 11.                                                

2                                                                  12.

3.                                                                 13.

4.                                                                 14.

5.                                                                 15.

6.

7.

8.

9.

10.

 

 

Bagian 1: Memahami Kembali Konsep LHO

Membaca Kembali Materi Sebelumnya

 

 

 

Bacalah atau dengarkan materi berikut sebagai penguatan dalam melakukan proses menyunting! Peserta didik boleh memilih materi visual atau audiovisual di bawah ini!

 

Scan barcode ini jika ingin mengakses materi visual teks LHO.

Konsep LHO

 

 

 

Ejaan dan Tanda Baca

 

Scan barcode ini jika ingin mengakses materi Audio-Visual teks LHO.

Konsep LHO

Ejaan dan Tanda Baca

Bagian 2: Mengaplikasikan

Lactobacillus acidophilus: bakteri baik penjaga pencernaan

Secara morfologis, Lactobacillus acidophilus berbentuk batang dengan ukuran mikroskopis, hanya dapat diamati pakai mikroskop. bakteri ini Gram-positif, tidak membentuk spora, juga mampu bertahan dalam kondisi asam. Kemampuan menghasilin enzim laktase ngebuat bisa menguraikan laktosa menjadi asam laktat, sehingga bermanfaat untuk orang dengan intoleran laktosa:

lactobacillus acidophilus adalah salah satu jenis bakteri asam laktat yang hidup secara alami disaluran pencernaan manusia. bakteri ini di golongkan sebagai probiotik karena memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama menjaga keseimbangan mikroflora usus.  sering di temukan pada produk fermentasi susu misalnya yoghurt dan produk berasap seperti daging.

Habitat lactobacillus acidophilus terutama diusus halus dan paru-paru manusia karena bisa nyesuain diri dengan tingkat asam yang tinggi. bakteri ini juga ada pada produk susu fermentasi. Selain itu, bakteri ini mempunyai kemampuan kolonisasi kuat, yaitu menempel didinding usus sehingga menghambat tumbuhnya mikroorganisme berbahaya?  Dengan kemampuan tersebut bakteri ini sangat penting menjaga sistem pencernaan supaya tetap sehat.

Manfaat Lactobacillus acidophilus banyak sekali, misalnya menambah penyerapan nutrisi, menguatkan sistem imun, dan menekan pertumbuhan bakteri patogen yang bisa menimbulkan sakit. Konsumsi makanan atau minuman mengandung probiotik ini membantu kesehatan pencernaan, menurunkan resiko diare, serta memberi efek positif bagi keseimbangan mikrobiota usus. Jadi Lactobacillus acidophilus tidak hanya mikroorganisme biasa, tetapi juga sahabat penting manusia.

 

 

 

Pertanyaan untuk Penyuntingan:

1.      Penulisan Judul:

 

 

 

 

 

2.      Struktur sudah sesuai dan Informasi sudah jelas:

 

 

 

 

 

 

3.      Informasi sudah valid dan sesuai fakta:

 

 

 

 

 

4.      Ejaan sesuai Eyd/PUEBI: (Huruf Kapital, Kata Berimbuhan, Penulisan istilah asing)

 

 

 

 

 

 

5.      Kata Baku dan Tidak Baku: (Sesuai KBBI)

 

 

 

 

 

6.      Tanda Baca: (Koma. Titik. Tanda kueung, tanda hubung, tanda tanya, tanda seru)

 

 

 

 

 

 

 

 

7.      Kalimat Efektif: (SPO, Terlalu panjang, mudah dipami, singkat dan jelas)

 

 

 

 

 

 

 

Petunjuk Produk Akhir:

1. Visual

  • Tugas: Membuat bagan atau diagram yang menunjukkan kesalahan dalam teks.
  • Petunjuk: Buat bagan yang membedakan jenis kesalahan dan lokasi kesalahan di teks.

2. Auditori

  • Tugas: Membuat video pendek yang menjelaskan kesalahan dalam teks dan cara memperbaikinya.
  • Petunjuk: Durasi video: 2–3 menit. Bisa menggunakan ponsel.

3. Kinestetik

  • Tugas: Menandai kesalahan dan mengomentari kesalahan penulisan di papan tulis.

Petunjuk: Setiap siswa bergiliran maju ke depan kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tiga

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

KELOMPOK

Kelas:

Nama Kelompok:

1.                                                                 11.

2                                                                  12.

3.                                                                 13.

4.                                                                 14.

5.                                                                 15.

6.

7.

8.

9.

10.

 

Bagian 1: Memahami Kembali Konsep LHO

Membaca Kembali Materi Sebelumnya

 

 

 

Bacalah atau dengarkan materi berikut sebagai penguatan dalam melakukan proses menyunting! Peserta didik boleh memilih materi visual atau audiovisual di bawah ini!

 

Scan barcode ini jika ingin mengakses materi visual teks LHO.

Konsep LHO

 

 

 

Ejaan dan Tanda Baca

 

Scan barcode ini jika ingin mengakses materi Audio-Visual teks LHO.

Konsep LHO

Ejaan dan Tanda Baca

 

Bagian 2: Mengaplikasikan

Virus Influenza: ancaman mikroskopis bagi kesehatan manusia

Meskipun identik dengan penyakit, penelitian virus influenza ngasih manfaat besar di bidang virologi dan kesehatan masyarakat. Studi mengenai mutasi dan penyebarannya menjadi dasar pengembangan vaksin dan antivirus lebih efektif. Influenza juga menjadi model penting untuk memahami interaksi virus dan sistem kekebalan manusia. Jadi, pengkajian influenza tidak hanya penting untuk pencegahan penyakit, tetapi juga kemajuan ilmu kedokteran modern.

Virus influenza punya struktur berbentuk sferis atau filamen dengan selubung lipid yang melindungi materi genetik berupa RNA. Permukaan virus terdapat protein hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA), yang sangat berperan dalam infeksi. HA menempel dan masuk ke sel inang, sedangkan NA memfasilitasi pelepasan virus baru dari sel. Keberadaan kedua protein ini jadi dasar penamaan subtipe influenza:

Secara umum, virus influenza 3 tipe utama, yaitu Influenza A, B, dan C. Influenza A paling berbahaya karena bisa menginfeksi manusia dan hewan serta nimbulin pandemi, seperti flu Spanyol 1918. Influenza B biasanya hanya menginfeksi manusia dengan penyebaran terbatas, tetapi tetap bisa memicu epidemi musiman. Influenza C lebih ringan dan jarang menimbulkan wabah besar. Perbedaan ketiga tipe mempengaruhi strategi pencegahan dan vaksinasi,

Penularan virus influenza terutama melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, serta kontak dengan permukaan terkontaminasi. Virus ini mampu mengalami perubahan genetik melalui mutasi (antigenic drift) dan rekombinasi gen (antigenic shift). Antigenic drift menyebabkan perubahan kecil yang membuat vaksin tahunan harus diperbarui. Antigenic shift dapat menimbulkan strain baru yang berpotensi memicu pandemi global?

 

adalah salah satu virus yang nyerang saluran pernapasan manusia dan hewan, dan tumbuhan dengan tingkat penularan sangat tinggi. Virus ini termasuk famili orthomyxoviridae dan bisa bermutasi cepat sehingga menyulitkan pencegahan dan penanggulangan. Gejala yang muncul bermacam-macam mulai dari gatal-gatal, demam, batuk, hingga komplikasi berat pada kelompok rentan seperti lansia dan anak anak.

 

Pertanyaan untuk Penyuntingan:

1.      Penulisan Judul:

 

 

 

 

 

2.      Struktur sudah sesuai dan Informasi sudah jelas:

 

 

 

 

 

 

3.      Informasi sudah valid dan sesuai fakta:

 

 

 

 

 

4.      Ejaan sesuai Eyd/PUEBI: (Huruf Kapital, Kata Berimbuhan, Penulisan istilah asing)

 

 

 

 

 

 

5.      Kata Baku dan Tidak Baku: (Sesuai KBBI)

 

 

 

 

 

6.      Tanda Baca: (Koma. Titik. Tanda kueung, tanda hubung, tanda tanya, tanda seru)

 

 

 

 

 

 

7.      Kalimat Efektif: (SPO, Terlalu panjang, mudah dipami, singkat dan jelas)

 

 

 

 

8.      Alur paragraf

 

 

 

 

 

 

 

Catatan Perbaikan:

1. Visual

  • Tugas: Membuat bagan atau diagram yang menunjukkan kesalahan dalam teks.
  • Petunjuk: Buat bagan yang membedakan jenis kesalahan dan lokasi kesalahan di teks.

2. Auditori

  • Tugas: Membuat video pendek yang menjelaskan kesalahan dalam teks dan cara memperbaikinya.
  • Petunjuk: Durasi video: 2–3 menit. Bisa menggunakan ponsel.

3. Kinestetik

  • Tugas: Menandai kesalahan dan mengomentari kesalahan penulisan di papan tulis.

Petunjuk: Setiap siswa bergiliran maju ke depan kelas.